Permainan Kelereng Sudah Mendunia Bahkan Satu Kelereng Berharga 54 Juta Rupiah

Permainan Kelereng Sudah Mendunia Bahkan Satu Kelereng Berharga 54 Juta

Permainan kelereng adalah tipe permainan tradisional Indonesia seperti layang-layang namun kelereng bersifat bulat dan terbuat berasal dari kaca, tanah liat, atau agate. Ukuran kelereng biasanya punya diameter ½ inci atau 1,25 cm berasal dari ujung ke ujungnya. Dulu, kalau sedang musim kelereng, guru-guru jengkel, gara-gara kelereng tidak henti-hentinya bergesekan di dalam saku murid-murid di kelas. Hal itu bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi terhitung di seluruh dunia. Di AS bahkan kerap diadakan turnamen kelereng yang bersifat nasional.

Permainan Kelereng Sudah Mendunia Bahkan Satu Kelereng Berharga 54 Juta Rupiah

Kelereng merupakan keliru satu mainan anak-anak yang paling tenar lebih-lebih bagi anak laki-laki. Kelereng di sebagian area disebut dengan nama gundu, neker, gotri, atau guli. Kelereng adalah mainan yang murah meriah supaya mampu dimainkan oleh berbagai kalangan. Ada sebagian type permainan kelereng. Pada biasanya bermain kelereng hanya perlu keterampilan membidik dan menembak kelereng target. Kelereng mampu dimainkan di di dalam dan luar ruangan. Serta menyebabkan anak berkonsentrasi terhadap permainan sepanjang berjam-jam.

Kelereng mampu dijadikan sebagai permainan anak yang bersifat rekreatif, edukatif, dan kompetitif. Tak hanya itu, kelereng terhitung mampu dikoleksi bersama dengan obyek nostalgia gara-gara punya warna dan motif yang estetik. Pada sebagian area di Indonesia, kelereng punya sebutan lain yang berbeda-beda. Misalnya, di Jawa kelereng disebut bersama dengan nekeran, di Betawi disebut bersama dengan gundu, selagi di Palembang disebut ekar.

Bahan Dasar Kelereng

Sebagian besar toko mainan menjual kelereng. Harganya cukup murah dibandingkan sebagian mainan kecil lainnya. Membelikan kelereng unik untuk menaikkan koleksi mainan anak selagi Anda berbelanja tidak dapat menguras kantong. Berikut sebagian variasi langkah bermain permainan kelereng. Adapun bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mengolah kelereng terdiri dari: pasir, silika, soda kapur, dan bahan padat lain dan bukan plastik, sebagai pigmen warna dan dekorasi di dalamnya. Soda kapur yang merupakan campuran berasal dari kalsium hidroksida bersama dengan natrium/kalium hidroksida dipakai untuk menyerap karbondioksida terhadap proses peleburannya.

Pada bagian pelelehan, bahan-bahan selanjutnya dimasukkan ke di dalam tangki yang sesudah itu dipanaskan sampai suhu menggapai 1.200 derajat Celcius. Proses ini terjadi kira-kira 28 jam. Kemudian dilanjutkan terhadap bagian ke dua yakni injeksi. Campuran bahan yang telah melebur seperti lava, sesudah itu dialirkan terhadap tangki lain untuk disuntikkan bersama dengan bahan pigmen lain, supaya adonan kelereng menjadi warna-warni.

Sekarang Kelereng Banyak Dicari Koletktor

Nah, kalau kelereng kini telah kehilangan kekuatan tarik sebagai permainan anak-anak karena sekarang mereka lebih menyukai permainan di Situs Judi Slot Gampang Menang Deposit Pulsa, tetapi kelereng sekarang mulai dilirik oleh para kolektor dunia. Menurut Marble Collectors Society of America, di dunia tersedia lebih 20.000 kolektor kelereng. Kelereng-kelereng yang harganya kini lebih mahal berasal dari emas adalah yang disebut Lutz, gara-gara benda itu tadinya di kira buatan Nicholas Lutz pada abad ke-19 di AS.

Sekarang Kelereng Banyak Dicari Koletktor

Rupanya seperti emas tetapi sesungguhnya tembaga. Kini ketahuan kalau kelereng selanjutnya bukan buatan Lutz, tetapi diimpor dari Jerman. Kelereng langka lain ialah yang dihiasi gambar tokoh komik th. 30-an. Sejak akhir 1970-an pengrajin mulai menciptakan kelereng sebagai hasil seni, bukan untuk digelinding-gelindingkan di tanah.

Di Amana, Iowa, tiap tahun tersedia pameran kelereng yang diadakan oleh Marble Collectors Unlimited. Di sini para kolektor “berburu” kelereng. Kelereng mahal dipamerkan di dalam kotak-kotak perhiasan. Bahkan pernah harga satu buah kelereng mencapai 4.200 US Dollar (Rp54,6 juta).