Permainan Tradisional Lebih Adiktif?

Posted By on May 14, 2020

BHINEKA TUNGGAL IKA – Itulah salah satu pedoman bagi bangsa Indonesia, dimana dalam satu Negara ini memiliki beragam suku, adat, budaya, dan agama. Di setiap aspek tersebut memiliki perbedaan masing masing, tidak hanya satu atau dua bahkan bisa mencapai ratusan jika memang harus kita selidiki satu – persatu.

Di era millennium, gadget sudah seperti racun bagi anak – anak. Walaupun tidak seluruh fungsi dari gadget ini sendiri buruk, namun bukan hal tabu lagi bila kita melihat secara langsung bagaimana anak – anak kecanduan akan game online serperti daftar idn poker online atau social media. Mengingat kebutuhan anak yang sesungguhnya bermain diluar dengan menggerakkan banyak otot dan mengalami pengalaman dalam pembelajaran secara langsung, membuat keberadaan gadget pada anak menjadi sesuatu yang kurang baik. Disarankan bagi para orang dewasa untuk tetap membimbing serta mendampingi anak – anak yang bermain gadget agar tidak berlebihan.

Nah, ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang dewasa dalam meminimalisir kegiatan anak dalam bermain gadget, salah satu yang paling ampuh merupakan Bermain Permainan Adat. Di beberapa daerah mungkin  masih ada anak – anak yang memainkan permainan adat karena internet dan gadget tidak begitu terjangkau di daerahnya, namun bagaimana dengan yang ada di kota?

Orang dewasa bisa dengan mudah mengajak anak untuk bermain di halaman atau sekedar di ruang tamu yang ukurannya cukup luas. Kebetulan sekarang ini kita sudah memasuki bulan Ramadhan, ada tips – tips khusus dari kami yang masih ingin bermain meskipun sedang dalam keadaan berpuasa, dijamin tidak akan membuat anak lelah dan justru membuat anak menghabiskan waktu dengan hal yang positif. Berikut permainan adat atau tradisional yang bisa dimainkan anak di dalam maupun diluar rumah:

 

congklak permainan tradisional

  • Congklak

Congklak adalah permainan tradisional yang menggunakan cangkang karang dan papan kayu/plastik dengan 16 lubang. Permainan ini cukup dimainkan dengan 2 orang saja dengan cara menjalankan permainan secara bergantian. Lubang yang berada di papan congklak tersebut masing – masing di isi dengan 6 buah cangkang karang. Tugas utamanya adalah menghabiskan cangkang tersebut dengan memindahkannya satu persatu sampai di lubang terbesar yang ada di sebelah kiri pemain (masing – masing memiliki lubang terbesar). Bagi pemain yang terlebih dahulu memindahkan semua cangkang karang ke lubang tebesar maka ia yang dianggap sebagai pemenang.

bekel permainan indonesia

  • Bola Bekel

Permainan yang menggunakan bola kecil memantul ini sempat ramai lagi dimainkan pada tahun 2003 silam. Tidak semudah yang dibayangkan, cara memainkan Bola Bekel sendiri harus mempunyai keterampilan loh. Seperti pada saat melempar bola dan menangkap biji bekelnya secara bergantian, melempar bola dan membalik biji bekel secara bergantian. Permainan ini cukup menegang kan, kenapa? Karena tidak jarang pada saat kita mencoba melempar bola agar memantul lebih tinggi (siasat kami waktu kecil agar punya waktu lebih saat mengambil banyak biji) malah terkena kepala teman sendiri. Bola Bekel ini seperti punya tingkatan sendiri, step pertama hanya mengambil biji satu persatu (1-6 biji), lalu membalik biji dengan tanda titik dibawah dan mengambilnya satu persatu, dan kemudian level terakhir yaitu membalik biji dengan titik diatas secara bergantian juga. Terdengar mudah memang, tapi silahkan kalian yang orang dewasa coba dulu bagaimana sensasi melempar bola sambil terburu – buru mengambil 1 buah biji bekel!

kelereng permainan tradisional Indonesia

  • Gundu atau Kelereng

Bagi anak – anak yang belum tau wujud kelereng atau gundu ini, akan kami bantu perjelas disini. Gundu adalah sebuah bola kaca bening (ada juga yang memiliki motif) dengan ukuran yang kecil. Permainan ini biasa dimainkan oleh anak laki – laki dan cukup mudah untuk dilakukan. Pemain yang jalan harus bisa menyentil kelereng lawan yang diletakkan di tengah – tengah dengan posisi kelereng menumpuk. Gundu lawan yang terkena sentili dan berpencar dari tumpukan tersebut akan menjadi milik kita. Permainan ini biasanya memiliki maksimal pemain sebanyak 7 orang saja.

Masih banyak sekali permainan tradisional yang perlu dicoba oleh anak pada zaman sekarang. Karena selain permainan ini menyenangkan, permainan tradisional maupun adat mampu membantu perkembangan anak secara sekaligus, seperti halnya aspek bahasa dan social anak. Sekian beberapa permainan adat yang bisa orang dewasa terapkan kepada anak baik di dalam rumah maupun diluar rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *