Arsip Tag: Kelereng

Kepopuleran Permainan Kelereng Di Indonesia

Perjalanan Singkat Permainan Kelereng Di Indonesia Hingga Kini

Perjalanan Singkat Permainan Kelereng Di Indonesia Hingga Kini – Marmer, bola-bola kecil yang terbuat dari tanah liat, marmer atau gelas, ini dikenal sebagai permainan tradisional paling terkenal. Dia bermain di hampir seluruh Indonesia, ada mereka yang memanggilnya Gundu (Betawi, Jakarta), Setin atau Keneker (Jawa), Kaleci (Sunda), Ekar (Palembang) dan Guli (Melayu) dan Kleker (Banjar).

Dikatakan, jauh sebelum mencapai nusantara, dikatakan bahwa ini dimainkan di era Romawi tua, apa. Perlu diingat bahwa raja masa kanak-kanak Romulus Augustus menjadi ujian. Serangkaian temuan bantuan dalam peninggalan era ini juga menggambarkan mesin bermain anak-anak.

Bahkan, penggunaan anak-anak yang umumnya diyakini telah menjadi bagian dari Festival Saturnalia, semacam perayaan Romawi menjelang Natal. Di festival, semua orang diberi sekolah yang bekerja sebagai tanda marmer persahabatan.

Sejauh ini, kelereng tertua berasal dari 2000-1700 SM, yang sekarang dikumpulkan oleh British Museum, London, Inggris. Tantangan ditemukan di Kreta, Yunani. Berdasarkan catatan sejarah, publikasi game
Slot777 Online mulai terlihat seperti abad ke-12 di Prancis. Mereka memanggilnya tagihan, yang berarti bola kecil. Sementara itu, Belanda pada saat itu disebut Knikkers. Nama yang sama juga dikenal di Inggris, serta mangkuk.

Kepopuleran Permainan Kelereng Di Indonesia

Seperti yang Anda ketahui, sekarang kebanyakan anak-anak Indonesia di semua kalangan, lebih tertarik bermain gadget, smartphone, video game, game sbobet online Indoensia . Selain itu, pandemi Covid juga menyebabkan anak-anak sulit untuk diekspresikan di dunia luar, jadi hanya gadget yang dapat digunakan sebagai alat hiburan di rumah.

Kepopuleran Permainan Kelereng Di Indonesia

Bukan tanpa alasan, mengapa game tradisional jauh lebih baik daripada game modern hari ini. Itu karena, gadget memiliki dampak negatif untuk kesehatan mental, sosial, gadis itu. Komet sering dimainkan oleh anak-anak di lapangan. Bukan hanya anak-anak, dewasa dan orang tua juga bermain komet. Setiap wilayah memiliki keunikan atau karakteristik komet.

Dalam kamus Indonesia yang hebat (KBBI), layang-layang adalah mainan yang terbuat dari kertas, pollemon dilemparkan ke udara menggunakan tali atau benang sebagai kontrol. Diinformasikan oleh Encyclopaedia Britannica (2015), Layang-layang adalah leluhur yang meluncurkan penerbangan berawak.

Ribuan tahun yang lalu, komet telah digunakan untuk menghindari kejahatan, mentransmisikan pesan, mewakili para dewa, membesarkan spanduk, kerajinan. Bahkan untuk menemukan fenomena alam dan mengukur iklim. Sebagian besar komet modern diterbangkan untuk kesenangan dan berolahraga berbeda dari menjadi cara tradisional ekspresi artistik.

Kini permainan kelereng sudah hampir tak pernah terlihat lagi. Karena memang anak-anak sekarang ini lebih suka bermain game online di mobile ataupun pc daripada permainan tradisional lagi seperti Kelereng ini.

Permainan Tradisional

Permainan Tradisional Lebih Adiktif?

BHINEKA TUNGGAL IKA – Itulah salah satu pedoman bagi bangsa Indonesia, dimana dalam satu Negara ini memiliki beragam suku, adat, budaya, dan agama. Di setiap aspek tersebut memiliki perbedaan masing masing, tidak hanya satu atau dua bahkan bisa mencapai ratusan jika memang harus kita selidiki satu – persatu.

Di era millennium, gadget sudah seperti racun bagi anak – anak. Walaupun tidak seluruh fungsi dari gadget ini sendiri buruk, namun bukan hal tabu lagi bila kita melihat secara langsung bagaimana anak – anak kecanduan akan game online serperti daftar idn poker online atau social media. Mengingat kebutuhan anak yang sesungguhnya bermain diluar dengan menggerakkan banyak otot dan mengalami pengalaman dalam pembelajaran secara langsung, membuat keberadaan gadget pada anak menjadi sesuatu yang kurang baik. Disarankan bagi para orang dewasa untuk tetap membimbing serta mendampingi anak – anak yang bermain gadget agar tidak berlebihan.

Nah, ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang dewasa dalam meminimalisir kegiatan anak dalam bermain gadget, salah satu yang paling ampuh merupakan Bermain Permainan Adat. Di beberapa daerah mungkin  masih ada anak – anak yang memainkan permainan adat karena internet dan gadget tidak begitu terjangkau di daerahnya, namun bagaimana dengan yang ada di kota?

Orang dewasa bisa dengan mudah untuk bermain di halaman atau sekedar di ruang tamu yang ukurannya cukup luas. Kebetulan sekarang ini kita sudah memasuki bulan Ramadhan, ada tips – tips khusus dari kami yang masih ingin bermain meskipun sedang dalam keadaan berpuasa, dijamin tidak akan membuat anak lelah dan justru membuat anak menghabiskan waktu dengan hal yang positif. Berikut permainan adat atau tradisional yang bisa dimainkan anak di dalam maupun diluar rumah:

 

congklak permainan tradisional

  • Congklak

Congklak adalah permainan tradisional yang menggunakan cangkang karang dan papan kayu/plastik dengan 16 lubang. Permainan ini cukup dimainkan dengan 2 orang saja dengan cara menjalankan permainan secara bergantian. Lubang yang berada di papan congklak tersebut masing – masing di isi dengan 6 buah cangkang karang. Tugas utamanya adalah menghabiskan cangkang tersebut dengan memindahkannya satu persatu sampai di lubang terbesar yang ada di sebelah kiri pemain (masing – masing memiliki lubang terbesar). Bagi pemain yang terlebih dahulu memindahkan semua cangkang karang ke lubang tebesar maka ia yang dianggap sebagai pemenang.

bekel permainan indonesia

  • Bola Bekel

Permainan yang menggunakan bola kecil memantul ini sempat ramai lagi dimainkan pada tahun 2003 silam. Tidak semudah yang dibayangkan, cara memainkan Bola Bekel sendiri harus mempunyai keterampilan loh. Seperti pada saat melempar bola dan menangkap biji bekelnya secara bergantian, melempar bola dan membalik biji bekel secara bergantian. Permainan ini cukup menegang kan, kenapa? Karena tidak jarang pada saat kita mencoba melempar bola agar memantul lebih tinggi (siasat kami waktu kecil agar punya waktu lebih saat mengambil banyak biji) malah terkena kepala teman sendiri. Bola Bekel ini seperti punya tingkatan sendiri, step pertama hanya mengambil biji satu persatu (1-6 biji), lalu membalik biji dengan tanda titik dibawah dan mengambilnya satu persatu, dan kemudian level terakhir yaitu membalik biji dengan titik diatas secara bergantian juga. Terdengar mudah memang, tapi silahkan kalian yang orang dewasa coba dulu bagaimana sensasi melempar bola sambil terburu – buru mengambil 1 buah biji bekel!

kelereng permainan tradisional Indonesia

  • Gundu atau Kelereng

Bagi anak – anak yang belum tau wujud kelereng atau gundu ini, akan agen judi slot yang sering menang bantu perjelas disini. Gundu adalah sebuah bola kaca bening (ada juga yang memiliki motif) dengan ukuran yang kecil. Permainan ini biasa dimainkan oleh anak laki – laki dan cukup mudah untuk dilakukan. Pemain yang jalan harus bisa menyentil kelereng lawan yang diletakkan di tengah – tengah dengan posisi kelereng menumpuk. Gundu lawan yang terkena sentili dan berpencar dari tumpukan tersebut akan menjadi milik kita. Permainan ini biasanya memiliki maksimal pemain sebanyak 7 orang saja.

Gundu juga sering terdapat di dalam kaleng pylox dan ketika di goyangkan akan memberikan suara yang berisik. Gundu di dalam kaleng pylox dapat kita ambil dengan cara memecahakan kaleng tersebut, dipastikan jika kalian sebagai anak – anak jangan memecahkan kaleng tersebut sendiri lebih baik minta bantuan kepada orang yang lebih dewasa.

Masih banyak sekali permainan tradisional yang perlu dicoba oleh anak pada zaman sekarang. Karena selain permainan ini menyenangkan, permainan tradisional maupun adat mampu membantu perkembangan anak secara sekaligus, seperti halnya aspek bahasa dan social anak. Sekian beberapa permainan adat yang bisa orang dewasa terapkan kepada anak baik di dalam rumah maupun diluar rumah.