Perjalanan Singkat Permainan Kelereng Di Indonesia Hingga Kini

Permainan Kelereng Di Indonesia – Marmer, bola-bola kecil yang terbuat dari tanah liat, marmer atau gelas, ini dikenal sebagai permainan tradisional paling terkenal. Dia bermain di hampir seluruh Indonesia, ada mereka yang memanggilnya Gundu (Betawi, Jakarta), Setin atau Keneker (Jawa), Kaleci (Sunda), Ekar (Palembang) dan Guli (Melayu) dan Kleker (Banjar).

Dikatakan, jauh sebelum mencapai nusantara, dikatakan bahwa ini dimainkan di era Romawi tua, apa. Perlu diingat bahwa raja masa kanak-kanak Romulus Augustus menjadi ujian. Serangkaian temuan bantuan dalam peninggalan era ini juga menggambarkan mesin bermain anak-anak.

Bahkan, penggunaan anak-anak yang umumnya diyakini telah menjadi bagian dari Festival Saturnalia, semacam perayaan Romawi menjelang Natal. Di festival, semua orang diberi sekolah yang bekerja sebagai tanda marmer persahabatan.

Sejauh ini, kelereng tertua berasal dari 2000-1700 SM, yang sekarang dikumpulkan oleh British Museum, London, Inggris. Tantangan ditemukan di Kreta, Yunani, di situs web Minoan Petsofa. Berdasarkan catatan sejarah, publikasi game ini mulai terlihat seperti abad ke-12 di Prancis. Mereka memanggilnya tagihan, yang berarti bola kecil. Sementara itu, Belanda pada saat itu disebut Knikkers. Nama yang sama juga dikenal di Inggris, serta mangkuk.

Kepopuleran Permainan Kelereng Di Indonesia

Seperti yang Anda ketahui, sekarang kebanyakan anak-anak Indonesia di semua kalangan, lebih tertarik bermain gadget, smartphone, video game, game sbobet online Indoensia . Selain itu, pandemi Covid juga menyebabkan anak-anak sulit untuk diekspresikan di dunia luar, jadi hanya gadget yang dapat digunakan sebagai alat hiburan di rumah.

Bukan tanpa alasan, mengapa game tradisional jauh lebih baik daripada game modern hari ini. Itu karena, gadget memiliki dampak negatif untuk kesehatan mental, sosial, gadis itu. Komet sering dimainkan oleh anak-anak di lapangan. Bukan hanya anak-anak, dewasa dan orang tua juga bermain komet. Setiap wilayah memiliki keunikan atau karakteristik komet.

Dalam kamus Indonesia yang hebat (KBBI), layang-layang adalah mainan yang terbuat dari kertas, pollemon dilemparkan ke udara menggunakan tali atau benang sebagai kontrol. Diinformasikan oleh Encyclopaedia Britannica (2015), Layang-layang adalah leluhur yang meluncurkan penerbangan berawak.

Ribuan tahun yang lalu, komet telah digunakan untuk menghindari kejahatan, mentransmisikan pesan, mewakili para dewa, membesarkan spanduk, kerajinan. Bahkan untuk menemukan fenomena alam dan mengukur iklim. Sebagian besar komet modern diterbangkan untuk kesenangan dan berolahraga berbeda dari menjadi cara tradisional ekspresi artistik.

Egrang Sebagai Permainan Tradisional Paling Terkenal

Egrang Sebagai Permainan Tradisional Paling Terkenal

Egrang ialah alat permainan tradisional terpopuler yang tercipta dari 2 batang bambu bareng ukuran selengan orang dewasa, sedang untuk andalan bawah bambunya agak besar. Permainan ini udah tidak asing lagi, mekipun di pelbagai tempat di kenal bareng nama yang bertolak belakang beda. kala ini tergolong udah mulai sulit di temukan, baik di desa maupun di kota, Permainan Egrang sendiri udah ada semenjak dahulu kala dan adalahpermainan yang membutuhkan ketrampilan dan ekuilibrium tubuh.

Informasi Egrang Sebagai Permainan Tradisional

Egrang Sebagai Permainan Tradisional Paling Terkenal

Egrang ialah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara tentu dari mana asalnya, tetapi dapat dijumpai di pelbagai tempat bareng nama berbeda-beda seperti: sebagian distrik Sumatera Barat bareng nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu bermakna sepatu bambu dan di Jawa Tengah bareng nama Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang bermakna terompah pancung yang tercipta dari bambu bulat panjang. Dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan dinamakan batungkau.

Egrang atau Engrang ialah tongkat panjang yang tercipta dari bambu di mana seseorang dapat berdiri di atasnya, lantas terjadi dalam jarak atau kala tertentu. Pada mulanya, Egrang ini adalaholahraga atau permainan tradisional yang bila diteliti, mencukupi sukar guna mendapatkan dari mana asal mulanya, namun sebagian peneliti menyatakan permainan ini udah ada semenjak zaman penjajahan Belanda dan permainan ini mendapat akibat dari kebiasaan China. Kosakata Egrang tersebut sendiri berasal dari Bahasa Lampung yang bermakna terompah pancung yang tercipta dari bambu bulat panjang.

Permainan Egrang ini sebenarnya mencukupi unik dan mencukupi kuras tenaga. Karena pemain mesti cekatan dalam melindungi ekuilibrium tubuh dan terjadi bareng stabil di atas tongkat kayu panjang. Permainan berkembang dan mencukupi terkenal di tahun 1900-an sama seperti eksistensi agen sbobet terpercaya nantinya. Ada sebagian yang menjadikan Egrang sebagai permainan tradisional, tetapi tergolong ada yang memandangnya sebagai olahraga tradisional. Saat ini, Egrang sendiri hanya dapat ditemui terhadap kala merayakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus.

CARA BERMAIN

Untuk memainkan permainan egrang ini tidaklah sulit, bareng meningkatkan kepercayaan kita bahwa kita dapat dan berani permainan ini dapat dimainkan bareng mudah, selanjutnya ialah cara memainkan egrang.

  • Setiap peserta miliki saru pasang egrang, dan bersiap guna menaiki egrang.
  • Fasilitator menambahkan tuntunan bahwa peserta yang menang ialah peserta yang sampai kembali ke garis start.
  • Setelah peluit dibunyikan, masing-masing peserta langsung terjadi memakai egrang selanjutnya dan pulang kembali ke titik atau garis start,dan peserta yang sampai lebih-lebih dahululah yang ditetapkan menang
Permainan Tradisional Bakiak Paling Populer

Permainan Tradisional Bakiak Paling Populer

Bakiak (Jawa Tengah) Bangkiak (Jawa Timur) atau Terompa Galuak (Sumatra Barat) adalah sejenis sandal yang telapaknya terbuat berasal dari kayu yang ringan dengan dengan pengikat kaki terbuat berasal dari ban bekas yang dipaku di ke dua sisinya. Benda ini terlalu tenar dikarenakan tidak mahal terutama di jaman ekonomi sukar namun dengan dengan bahan kayu dan ban bekas sebabkan bakiak tahan air serta suhu panas dan dingin.

Diperkirakan bakiak memliki sejarah dan cerita permainan tradisional diinspirasikan oleh Jepang yang sudah Mengenakan telapak kayu untuk Geisha-geisha (geta). Diskripsi selanjutnya diatas tidak seutuhnya benar atau tepat, wajib penyuntingan sebagai berikut: Bakiak adalah alas kaki terbuat berasal dari bahan kayu yang pada zaman selagi ini tidak banyak dipakai kembali dikalangan rakyat di Jawa pada umumnya. Sering diperkirakan adalah asal Jepang.

Sejarah Awal Bakiak di Indonesia

Permainan Tradisional Bakiak Paling Populer

Istilah bakiak bukan bahasa asal Jawa, namun adalah asal bahasa Tionghoa. Karena asal muasal bakiak adalah berasal dari Tiongkok selaku negara judi bola sbobet terpercaya yang sudah dipakai oleh bangsawan wanita sejak zaman Dinasti Han atau sebelumnya pada abad 2 Sebelum Masehi, yang disebut Mu-ju, dan didalam dialek Hokkian jadi Bak-kia. Kemudian mu-ju ini sudah pasti dengan dengan kebudayaan Tionghoa lainnya tersebar ke Korea, Jepang dan Nusantara.

Banyak kegiatan yang dilaksanakan masyarakat didalam memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Salah satunya dengan dengan berbagai perlombaan yang menarik yang termasuk sebabkan adrenalin. Diantaranya tersedia lomba panjat pinang, balap karung, memindahkan kelereng, makan kerupuk, memasukkan belut ke didalam botol, memasukkan paku ke botol, Tarik tambang, balap Bakiak dan senantiasa banyak lainnya.

Perlombaan selanjutnya diselenggarakan tidak hanya sebagai wujud luapan kebahagiaan masyarakat didalam mendeskripsikan kata “Merdeka” namun termasuk untuk melengkapi spirit didalam diri masyarakat didalam memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.

Perlu diketahui, bahwa tiap-tiap perlombaan selanjutnya sejatinya punya nilai, arti dan latar belakang peristiwa yang setelah itu jadi alasan masyarakat supaya diselenggarakannya serentak, dengan dan penuh sukacita.Misalnya saja perlombaan Balap Bakiak.

Bakiak kebanyakan bersifat kayu panjang mirip seluncur yang diberi sebagian selop, bakal namun kali ini bakal diberikan sesuatu yang sedikit tidak mirip yakni bakiak tali. Dimana untuk selop selanjutnya digantikan dengan dengan tali, yang panjangnya diperkirakan hingga ke tangan (sebagai pegangan).

Berikut adalah cara menggunakan Bakiak Tali dan peraturan mainnya didalam perlombaan 17 Agustus :

1. Bakiak dipakai layaknya alas kaki oleh 3 orang pemain (dalam 1 grup)

2. Letakkan tiap-tiap kaki di bawah tali, setelah itu tali yang panjang dijadikan pegangan (seperti naik kuda).

3. Untuk mampu melangkah, tali di anggota tangan kiri dan kaki kiri wajib secara sejalan diangkat untuk mampu melangkahkan kaki kiri, begitu termasuk sebaliknya dengan dengan melangkahkan kaki kanan. Apa seumpama tali tidak diangkat, maka tidak bakal mampu melangkah. Agar mampu berlangsung cepat dan tidak terjatuh, diperlukan kekompakan pada pemain didalam satu grup. Supaya grup senantiasa kompak, para pemain sepakat jadi mengangkat kaki kanan atau kiri dulu. Selanjutnya, mereka bakal berlangsung sambil memberikan komando pada cara mereka

Sejarah Dan Cerita Kelereng Sebagai Permainan Tradisional

Sejarah Dan Cerita Kelereng Sebagai Permainan Tradisional

Siapa sih yang gak kenal dengan permainan tradisional Indonesia terpopuler seperti kelereng ? Buat kalian yang gak kenal atau gak dulu bermain kelereng sanggup menjadi kehidupan era kecil kamu tidak cukup bahagia. Hampir semua anak di Indonesia menyukai permainan kelereng termasuk admin sendiri. Di tiap-tiap area di Negeri ini kelereng memiliki nama yang berbeda-beda. Orang Betawi menyebut kelereng dengan nama gundu. Orang Jawa, neker. Di Sunda, kaleci. Palembang, ekar, di Banjar, kleker dan tetap banyak lagi.

Cerita Mula Permainan Tradisional Kelereng

Sejarah Dan Cerita Kelereng Sebagai Permainan Tradisional

Sejak abad ke-12, di Prancis, kelereng disebut dengan bille, artinya bola kecil. Lain halnya di Belanda, para Sinyo-Sinyo itu menyebutnya dengan knikkers. Lantas, adakah pengaruh Belanda, lebih-lebih di Jawa, knikkers diserap menjadi nekker? Mengingat, Belanda dulu ‘numpang hidup’ di Indonesia.

Tahun, 1694. Di Inggris tersedia makna marbles untuk menyebut kelereng. Marbles sendiri digunakan untuk menyebut kelereng terbuat berasal dari marmer yang didatangkan berasal dari Jerman. Namun, jauh sebelumnya, anak-anak di Inggris udah akrab menyebutnya dengan bowls atau knikkers.

Kelereng tenar di Inggris dan negara Eropa lain sejak abad ke-16 sampai 19. Setelah itu baru menyebar ke Amerika. Bahan pembuatnya adalah tanah liat dan diproduksi besar-besaran.

Jauh pada peradaban Mesir kuno, tahun 3000 SM, kelereng terbuat berasal dari batu atau tanah liat. Kelereng tertua koleksi The British Museum di London berasal berasal dari tahun 2000-1700 SM. Kelereng berikut ditemukan di Kreta pada web site Minoan of Petsofa.

Pada era Rowami, permainan Kelereng termasuk udah dimainkan secara luas. Bahkan, menjadi keliru satu anggota berasal dari festival Saturnalia, yang diadakan pas menjelang perayaaan Natal. Saat itu semua orang yang senang bermain judi bola juga senang untuk melakukan daftar sbobet dan saling memberikan sekantung biji-bijian yang berfaedah sebagai kelereng tanda persahabatan.

Salah seorang penggemar kelereng adalah Octavian, kelak menjadi Kaisar Agustus. Layaknya permainan, di Romawi pas itu termasuk mempunyai aturan-aturan resmi. Peraturan berikut menjadi basic permainan sekarang.

Mesir kuno

Tahun 3000 SM, kelereng terbuat berasal dari batu atau tanah liat. Kelereng tertua koleksi The British Museum di London berasal berasal dari tahun 2000-1700 SM. Kelereng berikut ditemukan di Kreta pada web site Minoan of Petsofa.

Romawi

Pada era Romawi, permainan kelereng termasuk udah dimainkan secara luas. Bahkan, menjadi keliru satu anggota berasal dari festival Saturnalia, yang diadakan pas menjelang perayaaan Natal. Saat itu semua orang saling memberikan sekantung biji-bijian yang berfaedah sebagai kelereng tanda persahabatan.

Abad 12

Sejak abad ke-12, di Prancis, kelereng disebut dengan bille, artinya bola kecil, di Belanda di sebut dengan nama knikkers. Di Inggris tersedia makna marbles untuk menyebut kelereng. Marbles sendiri digunakan untuk menyebut kelereng terbuat berasal dari marmer yang didatangkan berasal dari Jerman. Namun, jauh sebelumnya, anak-anak di Inggris udah akrab menyebutnya dengan bowls atau knikkers.

Eksistensi Permainan Layang-layang Dari Dulu Hingga Sekarang Di Indonesia

Eksistensi Permainan Layang-layang Dari Dulu Hingga Sekarang Di Indonesia

Eksistensi Permainan Layang-layang – Mengutip halaman Kementerian Pengajaran dan Kebudayaan (Kemdikbud), komet yakni tipe permainan yang dimainkan oleh buah hati-buah hati dan orang dewasa. Secara lazim, komet ini dimainkan di musim angin sebab bila tak ada angin yang tak dapat terbang. Peran angin amat besar untuk bermain komet. Kecuali itu, pemain wajib pakar dan terlatih sehingga layang-layang dapat terbang. Sekiranya Anda tak memandang hal ini, layang-layang akan susah terbang. Daerah yang senantiasa adalah tujuan dari Ragam Permainan Tradisional Maluku ini yakni bidang yang terbuka dan luas, seperti lapangan ke pantai.

Eksistensi Permainan Layang-layang Dari Dulu Hingga Sekarang Di Indonesia

Catatan pertama yang diceritakan oleh permainan layang-layang yakni dokumen China sekitar 2500 sebelum AD. Sementara deskripsi komet tertua yakni dari lukisan jangka waktu mesolitik di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, yang sudah sekitar 9500 sampai 9000 tahun. Cat membuktikan komet yang disebut Kaghati, yang masih dipakai oleh Muna modern. Layang-layang terbuat dari daun warnace (lampu hutan) untuk layar matric, kulit bambu sebagai frame, dan fiber forest nanas dibungkus sebagai tali, meski layang-layang modern mengaplikasikan rantai seperti tali.

Semestinya perkembangan free antara adat istiadat di Cina dan nusantara sebab di kepulauan ada banyak wujud kites primitif yang terbuat dari daun. Di zona nusantara itu sendiri, catatan pertama komet berasal dari sejarah Melayu (Sulawatus Salalin), yang mempunyai festival komet, ditiru oleh perbesaran kongkret.

Eksistensi Permainan Layang-layang Kini Populer Kala Pandemi

Banyak game tradisional mulai menghilang di era komputerisasi seperti kini. Namun dari banyak permainan tradisional yang sirna, ada sebagian yang masih bertahan atau kerap bermain si kecil-si kecil milenium. Permainan ini tak lain yakni komet.

Eksistensi Permainan Layang-layang Dari Dulu Hingga Sekarang Di Indonesia

Komet masih memperlihatkan eksistensi di tengah-tengah banyak lomba modern yang dipersembahkan di dunia sbobet login online dan di Gawai. Banyak si kecil-si kecil dari generasi milenarian bermain secara khusus selama musim panas atau kering. Nah, di Semarang ada kios mainan yang masih Anda jual komet. Itu pun hampir 50 tahun atau separo dari kios abad yang terletak di Jl. GUNUNG. Tak. Dari Haryono 530, Sarirejo, memelihara keberadaannya pada penjualan komet bersama dengan pernak-perniknya.

Warung mainan tak lain yakni kios Maganol. Warung yang ketika ini dikelola oleh generasi kedua sudah memasarkan komet semenjak tahun 1970-an. Sementara orang Italia mendendangkan nyanyian-nyanyian dari balkon dan jendela mereka untuk membakar antusiasme dikala mereka terjebak di rumah sebab pengaturan Covid-19, orang-orang Indian terbang. layang-layang selasar dan langit-langit mereka.

Mari Kenali Ragam Permainan Tradisional Maluku

Sejatinya anak-anak sesungguhnya lebih bahagia menggunakan waktu mereka untuk bermain dan bersenang-senang bersama teman-temannya, tak pernah terlintas dalam pikiran mereka untuk ada masalah dan berkhayal persoalan sosial, yang mereka paham adalah bermain dan bersenang-senang karna seutuhnya telah disediakan. Meskipun waktu ini kondisinya telah banyak beralih bersama adanya teknologi canggih yang menghadirkan banyak game. Bahkan tersedia permainan judi seperti login sbobet yang lumayan mudah kamu temui saat ini.

Ragam Permainan Tradisional Maluku

Permainan seperti gobak sodor adalah yang dijadikan fasilitas bersenang-senang. Setiap daerah pastinya punyai permainannya sendiri bersama ciri khas masing-masing, contohnya adalah maluku. Daerah kepulauan ini punyai permainan daerah yang khas bersama budaya masyarakatnya, apakah itu? Mari kita lihat bersama.

Lemon Nipis

Lemon nipis
Taguling-guling
Guling apa dilobang cacing
Saratus digulung-gulugn
Dua ratus dikawalinya-linya-linya-linya

Permainan ini dimainkan oleh banyak orang, dua orang akan membentuk sebuah lorong bersama tangan mereka yang terangkat ke hawa membentuk mulut lorong. Kemudian yang lain akan berbaris kebelakang dan pemain yang dibelakang akan meletakkan tangan mereka dipundak pemain didepan.

Mereka akan menyanyikan lagu lemon nipis sambil terjadi bagaikan kereta masuk-keluar lorong yang dibikin dua pemani lain sampai terhadap lirik terakhir yang diulang-ulang dan tersedia satu pemain yang akan masuk dalam lingkaran yang dibikin dua pemain yang membuat lorong tadi. Si pemain yang tertangkap akan memilih untuk jadi anak buah siapa, yang disebelah kana atau kiri dan ia akan berdiri dibelakang juragannya sambil memegang pundaknya. Permainan akan dimainkan konsisten sampai tinggal satu pemain dan pemain itu dinyatakan kalah.

Sekolah Batu

Permainan ini mengandalkan keberuntungan dalam menebak. Uniknya permainan ini adalah dalam lagu yang dinyanyikan tidak mengatakan kata sekolah batu, entah darimana nama sekolah batu ini jadi identitas permainan satu ini. Lagunya berbunyi :

Sabiji katumbar dua biji ganemu
Siapa loko batu cabu rukukuku
Caburukuku caburukuku caburukuku

Permainan ini dimainkan dua grup judi slot online bersama kuantitas bagian mirip banyak dan akan duduk berdempet-dempetan supaya tidak tersedia cela yang bisa diamati kelompo lawan. Kedua grup akan duduk berjauh-jauhan sambil berhadapan satu mirip lain. Salah satu pemain akan duduk di belakang pemain lain dan bertugas menjalan batu sambil bernyanyi. Batu yang dipegang pemain tersebut akan dikerjakan ditangan-tangan pemain lain di depannya yang tangannya disembunyikan di belakang sambil terbuka siap menampung batu. Pemain yang bertugas dibelakang akan meletakan sembarang batu itu ditangan keliru satu pemain di depanya sebelum akan lagu berakhir.

Saat lagu bicara caburukuku caburukuku caburukuku pemain yang di depan akan mengangkat tangan mereka sambil menggoyangkannya ke depan dan menarik kebelakang sambil bernyanyi caburukuku caburukuku caburukuku . Saat lagu berakhir, grup lawan akan menebak ditangan siapa batu itu berada dan misalnya benar grup itu bergiliran untuk memainkan permainan ini dan grup yang tadi akan menebak, tetapi misalnya keliru maka mereka dinyatakan kalah dan grup pertama akan ulangi permainan.

Game Tradisional Gobak Sodor

Game Tradisional Gobak Sodor

Kamu yang bermunculan terhadap era 90-an atau sebelumnya, bisa jadi tahu mengenai permainan gobak sodor. Gobak sodor ialah permainan tradisional paling populer zaman dahulu dan populer terhadap masanya. Ini adalahpermainan “lari-larian” yang digarap oleh dua tim.

Pengenalan Gobak Sodor

Game Tradisional Gobak Sodor

Hampir seluruh wilayah di Nusantara mengenal permainan ini. Mungkin melulu namanya saja yang berbeda-beda. Di Kepulauan Natuna dikenal bareng nama galah, selagi di Riau dikenal bareng nama galah panjang. Di wilayah Riau Daratan permainan ini dikenal bareng nama cak bur atau main belon. Sedangkan di Jawa Barat, nama permainan ini ialah galah asin. Di Makassar permainan gobak sodor ini dinamakan asing.

Permainan biasa dimainkan terhadap selagi jam tidur sekolah atau terhadap senja hari di lingkungan wilayah tinggal, gobak sodor populer di distrik Pulau Jawa. Mengenai asal usulnya, tidak sedikit yang mengaku permainan gobak sodor berasal berasal dari wilayah Yogyakarta.

Nama Gobak sodor berasal berasal dari kata gobag (bergerak) dan sodor (tombak). Ini karena terhadap zaman dahulu, semua prajurit memiliki permainan yang simpel yang dinamakan sodoran sebagai latihan kemampuan di dalam berperang, bareng menggunakan sodor, yakni tombak bareng panjang lebih tidak cukup dua meter, tanpa mata tombak yang tajam terhadap ujungnya.

Cerita Gobak Sodor

Namun ada pun yang mengaku bahwa permainan ini diadaptasi berasal dari bhs Inggris, lo. Nama gobak sodor ini berasal berasal dari bhs Inggris yakni Go Back through the Door yang berarti kembali melalui pintu, sesuai ketetapan permainan ini. Tapi karena ada problem melafalkannya, oleh orang Indonesia permainan ini dinamakan gobak sodor, deh.

Nggak melulu itu saja, permainan ini pun kali kesatu terdaftar di dalam Baoesastra Jawa (kamus bhs Jawa) terhadap 1939 yang ditulis oleh WJS Poerwadarminto yakni seorang yang sering bermain judi bola pada daftar sbobet terbaru terbitan JB Wolters Uitgevers Maatschappij NV Groningen, Batavia (kini Jakarta).

Seperti apa teknik permainannya?

Untuk memainkannya sebetulnya lumayan mudah. Yang harus kamu persiapkan di dalam permainan ini ialah lapangan yang berwujud persegi panjang bareng ukuran 9 x 4 m, atau lapangan bulu tangkis, yang dipecah menjadi 6 bagian. Garis batas terhadap masing-masing anggota banyak sekali diberi isyarat bareng kapur.

Di samping itu, pemain terdiri atas dua tim, yakni tim penjaga dan kesebelasan penyerang. Satu tim banyak sekali terdiri atas 3-10 anak. Biasanya anak laki-laki lebih tidak jarang memainkannya. Tapi kadang pun dimainkan anak perempuan, asalkan kedua tim memiliki komposisi pemain yang sesuai baik jenis kelamin maupun umurnya. Ini guna menjauhkan ketimpangan keterampilan terhadap di antara tim, karena permainannya lumayan menguras tidak sedikit tenaga.

Nah guna memainkannya, terhadap tiap garis batas, akan ada satu pemain yang di tempatkan oleh kesebelasan penjaga. Untuk anggota kumpulan yang mendapat tugas untuk mengawal garis batas horizontal, maka mereka akan mengusahakan guna menghambat lawan mereka yang pun mengusahakan untuk melalui garis batas yang telah ditentukan sebagai garis batas bebas.

Permainan Benteng Yang Sangat Terkenal

Permainan Benteng Yang Sangat Terkenal

Permainan benteng adalah permainan tradisional Indonesia yang sangat populer hingga saat ini. Pemain dalam permainan tersebut biasanya berjumlah sampai 4 atau 8 orang. Pada saat ini, permainan benteng masih dimainkan oleh beberapa orang khususnya di sekolah dasar. 7 sampai 11 tahun adalah umur yang ideal untuk memainkan permainan tradisional tahun 2000an silam.

Permainan Benteng Yang Sangat Terkenal

Nah, dalam game benteng ini juga mengajarkan anak anak untuk melatih ketangkasan dan kelihaian dalam berlari untuk mengecoh lawan yang mengejarnya. Disinilah letak keseruan dalam permainan benteng. Mengenai asal usul sebuah permainan tradisional ini belum tahu pasti siapa pencetus nya namun tetap permainan tradisional ini berasal dari Indonesia.

Aturan Main Permainan Benteng

Aturan dalam permainan benteng ini sangatlah gampang dan mudah untuk dilakukan. Jadi, setiap regu yang beranggotakan 4 atau 8 orang ini bertugas untuk mengambil alih “Benteng” lawan dan meneriakkan kata BENTENG !! Maka dari situlah kemenangan tersebut didapat. Atau bisa juga, dengan menawan semua musuh dengan cara  menyentuhnya saja. Aksi gocek menggocek pun akan menjadi warna dalam permainan tradisional Indoonesia paling populer tersebut.

Permainan Benteng juga terkadang dihadirkan pada acara HUT Republik Indonesia yakni 17 Agustus Sebagai lomba tahunan yang diadakan setahun sekali. Bedanya, kalau sudah masuk dalam perayaan hari Repbulik Indonesia, permainan satu ini dimainkan oleh orang dewasa hingga anak anak.

Salah satu penyelenggara atau panitia Bapak Soeroso mengatakan bahwa anak anak Indonesia harus tahu dan mengenal apa saja permainan tradisional Indonesia. Selain menjadi panitia, beliau juga seorang pemilik situs sbobet terpercaya yang ada di daerah Jakarta. Serta, memiliki banyak sekali link alternatif sbobet yang menjadi sarana usaha yang tengah ia kembangkan saat ini.

Bapak Soeroso juga mengungkapkan bahwa apabila bukan kita, siapa lagi yang akan memainkan salah satu permainan tradisional Indonesia yang sangat terkenal ini ? Ujarnya. Karena, semakin maju peradaban dan teknologi maka akan membuat anak anak lupa bahkan sampai tidak tahu mengenai apa itu permainan bentang ?

Oleh karena itula, kita sebagai bangsa Indonesia harus membudidayakan warisan nenek moyang kita melalui permainan benteng tersebut. Sebab, bila tidak sering dimainkan atau diperkenalkan di publik maka, secara perlahan permainan tradisional ini akan menghilang lambat laun.